(ABNA24.com) Anggota Biro Politik Jihad Islam Palestina seraya mengutuk konferensi Amerika yang bakal digelar di Bahrain dengan tema “Kesepakatan Abad” mengatakan, Palestina dan cita-citanya tidak dapat diganti dengan uang.
Palestine al-Youm melaporkan, Khaled al-Batsh Selasa malam (21/05) meminta bangsa Muslim, rakyat Bahran dan negara-negara Arab melawan langkah-langkah untuk menghapus isu Palestina dan judaisasi Masjid al-Aqsa.
Konferensi Bahrain yang akan menjadi langkah pertama implementasi Kesepakatan Abad rencananya akan digelar 25-26 Juni di Manama dan agendanya adalah menarik investor di bumi Palestina dan pemberian hutang lunak kepada Palestina.
Kesepakatan abad sebuah rencana baru pemerintah AS untuk menghapus hak-hak bangsa Palestina. Rencana ini disusun dengan kerja sama dan kesepakatan sejumlah negara Arab.
Menurut rencana kesepakatan abad, Quds akan diserahkan kepada Israel, pengungsi Palestina di negara-negara lain tidak diijinkan kembali ke tanah airnya dan wilayah Palestina hanya daerah tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Dalam koridor kesepakatan abad, pemerintah Donald Trump pada 6 Desember 2017 mengumumkan Quds pendudukan sebagai ibukota Israel dan mengkofirmasikan keputusannya untuk memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis. Keputusan ini diimplementasikan pada Senin 14 Mei 2018.
Baitul Maqdis dijajah rezim Zionis Israel pada tahun 1967.
/129
22 Mei 2019 - 10:29
Kode berita: 943447
Anggota Biro Politik Jihad Islam Palestina seraya mengutuk konferensi Amerika yang bakal digelar di Bahrain dengan tema “Kesepakatan Abad” mengatakan, Palestina dan cita-citanya tidak dapat diganti dengan uang.